Tujuh Kiat Memburu Peluang Kerja

Tak jarang, pemburu kerja menyiapkan diri hanya dengan membuat riwayat hidup seadanya.
Sejumlah pencari kerja sedang antre di bursa kerja. (AP Photo/Mark Lennihan)

Pengumuman Badan Pusat Statistik pekan lalu cukup mengejutkan. Lulusan diploma dan sarjana ternyata lebih banyak yang menganggur ketimbang lulusan SMA atau SMK.
Dari data BPS per Februari 2010 yang dirilis 10 Mei lalu tercatat pengangguran terbuka mencapai 8,59 juta. Dari jumlah itu, angka pengangguran tertinggi ditempati lulusan diploma 15,71 persen, sarjana 14,24 persen, SMK 13,81 persen, SMA 11,9 persen, SMP 7,55 persen, dan SD ke bawah 3,71 persen.

Selain jutaan lulusan baru, tak sedikit pula, karyawan yang sudah bekerja, kemudian menganggur untuk beberapa bulan sembari memburu pekerjaan baru. Ada pula yang sudah bekerja, namun ingin berpindah tempat. Banyak dari mereka yang mencari lowongan kerja baru, baik di media cetak, online dan lainnya.

Tak jarang, pemburu kerja menyiapkan diri hanya dengan membuat riwayat hidup seadanya, transkrip dan ijazah. Padahal, mereka harus bersaing dengan puluhan atau ratusan kandidat lainnya.

Sesungguhnya, ada banyak cara mendasar yang bisa dilakukan untuk memburu peluang kerja tersebut. Seperti dikutip dari Forbes belum lama ini, setidaknya ada tujuh langkah dasar yang perlu diperhatikan bagi pemburu kerja.

1. Tak Sekedar Ringkasan Lamaran
Tulis resume lamaran dengan kata-kata yang kuat untuk menekankan hasil. Ganti ungkapan usang seperti “pemain tim kuat” dan “punya keterampilan organisasi” dengan kata-kata kerja aktif yang mengarah ke hasil. Bila mungkin, gunakan angka untuk menunjukkan kinerja. Minta teman anda untuk memeriksa resume guna mengecek salah ejaan dan kesalahan tata bahasa. “Anda tidak dapat berhasil di pasar yang kompetitif, jika menulis resume saja tidak akurat 100%,” kata Connie Thanasoulis-Cerrachio, seorang pelatih karir dan mantan chief operating officer perekrutan karyawan di Merrill Lynch.

2. Tulis Kenapa Anda Harus Dibajak

Tulislah satu halaman surat yang menjadi alasan mengapa anda harus dibajak.
Paragraf pengantar harus menyatakan posisi yang Anda lamar. Beberapa paragraf berikutnya menyoroti tiga unsur penting deskripsi pekerjaan, yang memaparkan kenapa Anda tepat mengisi posisi itu. Gunakan cara pandang dari perusahaan pencari karyawan. Jika iklan mengatakan kandidat harus berpengalaman 10 tahun dalam ketrampilan berkomunikasi, maka anda harus jelaskan bagaimana keterampilan komunikasi memenuhi harapan tersebut.

3. Fokus Mencari Kerja
Buatlah daftar perusahaan di mana Anda paling suka bekerja. Gunakan jaringan pribadi Anda dan situs seperti LinkedIn untuk menemukan koneksi pada masing-masing.

4. Gunakan media jejaring sosial
Pertama, pastikan reputasi online Anda bersih. Sajikan informasi tentang anda di media jejaring sosial, seperti Facebook atau LinkedIn dengan tampilan yang positif, profesional. Posting resume dan foto yang baik di LinkedIn.

Bukalah akun Twitter, kemudian ikuti orang-orang bagian sumber daya perusahaan yang anda minati. Retweet apa yang mereka tulis jika itu bagus dan komentari posting yang menarik. “Setelah beberapa minggu, kirim pesan langsung dan katakan, “Saya ingin bicara tentang perusahaan Anda. Ini adalah tempat saya ingin bekerja. Saya ingin dengar pengalaman Anda di sana.” Ini adalah saran Schawbel, penulis buku “Me 2.0: Build a Powerful Brand to Achieve Career Success.”

5. Unggul Saat Interview
Pelajari sebanyak mungkin mengenai perusahaan dan posisi yang anda incar sebelum wawancara. Siapkan setidaknya tiga pertanyaan cerdas di awal. Dalam wawancara, jangan takut terlihat bersemangat. Jadilah orang yang antusias dan bisa meyakinkan pewawancara bahwa Anda menginginkan pekerjaan itu. Jangan besar mulut, tetapi anda harus berani ungkapkan prestasi Anda dan memaparkan kisah-kisah kualitas terbaik Anda. Cobalah untuk bercermin pada pewawancara, jika dia santai dan ramah, cobalah untuk santai.

Siap-siaplah ditanya hal umum, seperti “Apa kekuatan dan kelemahan Anda?” Kunci menjawab bagian kelemahan adalah sedikit berputar dengan cara yang positif dan benar. Anda mungkin berkata, “Saya tidak kuat dalam analisis, tetapi saya mengerjakannya. Ketika saya menghimpun laporan, selalu ada orang lain memeriksa.” Pewawancara ingin mengetahui bahwa Anda sadar dan cukup dewasa membicarakan kelemahan Anda.

6. Tetap Kembangkan Diri
Gunakan waktu di sela-sela kesibukan anda untuk tetap menjaga kebugaran dan mengembangkan proyek baru. Jika Anda punya kesempatan, ambil kelas yang relevan dengan bidang Anda. Bisa juga menjadi relawan atau mencari pekerjaan freelance melalui jaringan anda.

7. Jaringan, jaringan, jaringan
Kembangkan jaringan Anda, dan jangan malu menunjukkan pencarian kerja Anda. Tanyakan teman-teman Anda dan kontak yang mereka tahu serta memperkenalkan diri anda. Termasuk mempersiapkan resume pengalaman kerja dan ambisi anda saat bertemu dengan kolega potensial dalam acara-acara sosial, seperti pertemuan alumni. (art)

Sumber : • VIVAnews

About shandybt

an ordinary man work as pharmacist who loved to shared....

Posted on May 18, 2010, in Info and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: